Tampilkan postingan dengan label Four. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Four. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Maret 2017

Familiar Feelings

After almost 4 years
We finally talk
Just the two of us
Talking about nothing important really
But once again I got those familiar feelings
It's as if we never spend our days apart
And now I find myself wide awake, replaying the same moment again and again
The moment where I wish I never let you go
The moment where I dreamt of a someday where you and me could once again be us...

Minggu, 13 Maret 2016

The Odds

What are the odds of meeting you twice in a day?
I'd say...probably 40% or less.
I find it funny how I used to look for you in every places I went, but find you when I least expected it. Twice.
I guess life can be /that/ funny.

What's new..
You grow your beard, to much of my surprise.
You let your hair grow too.
And I can't help but wonder how your life is going. Did you sleep and eat well?
Have you find someone new?

You've change a lot,
Beard and long hair didn't suit you,
Your lips get darken from you smoking too much,
And you've start to drink alcohol.

Then I began to wonder,
I wonder about the odd of me getting third chance,
I wonder about the odd of having the luxury to talk with you like we used to,
I wonder about the odd of you looking at me with the gaze that you used to give me a long time ago.

And..
What are the odds you'll find my pathetic writing and decided that maybe we can try again?

Moving On

Rindu? Sangat.
Sayang? Masih.
Pengen kembali ke kita yang dulu? Mungkin.

Kenapa mungkin?
Saya rindu kamu, setiap hari. Saya sayang kamu, sayang yang membuat saya benci melihat kamu menghabiskan berbatang-batang rokok yang jelas-jelas tidak baik untuk kesehatanmu, sayang yang membuat saya benci melihat kamu sering bergadang, sayang yang membuat saya benci melihat nilaimu yang semakin turun, sayang yang membuat saya benci waktu tau kamu mulai minum-minuman keras, sayang yang membuat saya ingin kamu kembali jadi kamu yang dulu lagi.

Tapi, mungkin memang sudah saatnya untuk melepaskan, move on ke orang yang baru.
I can't lie, you're still sit on the corner of my heart and sometimes pop yourself up on my mind. But I'm no longer letting you took control like how you used to. I love you but torturing myself with this longing feeling for someone who no longer care ain't  got me anywhere.

So I choose to let go.
Not all at once, of course. Slowly.
But I'm sure, one day I'll be able to see you with a smile instead of feeling stuffy with regret.

Karena saya percaya, dengan ikhlas pasti semuanya akan terasa lebih mudah.

And you, take care. Don't stray too far.
I'll pray for your happiness and health, always. :)



Jumat, 25 Desember 2015

Those Days

"Capek Buu, boleh pinjam pahanya buat tidur?"

"Difikiran saya cuma ada nama kamu, Buu."

"Ciee yang dinyanyiin lagu Kurayu Bidadari, ngerasa kayak bidadari ya."

"Nggak perlu alasan buat saya sayang sama kamu Buu."

To go back to those days, what I have to sacrifice?
To hold you in my arms again, what I have to give up?
To have your lips pressed against my temple again, what I have to surrender?


Things About You



"I hate the way you're always right."
To those many times we argue just to find out that I was the wrong one.

"I hate it when you lie." 
To that time when you lie to me about where you were.

"I hate it when you make me laugh. even worse when you make me cry." 
On that day that you makes me feel that everything between us was okay then break my heart into pieces and leave me crying by my self.

"I hate it when you're not around, and the fact that you didn't call."
To those day I spend waiting for the chance to make up the second chance I ruined.

"But mostly I hate the way I don't hate you. Not even close, not even a little bit, not even at all."
Not even once, even after 537 days we spend without contacting each other.

Which One?

Malam ini, nggak ada kerjaan dan akhirnya buka-buka chat lama dengan orang itu dan menangis, lagi.
Bodoh ya? Menyakiti diri berkali-kali untuk orang yang bahkan sudah tidak lagi perduli. Tapi meskipun menyakitkan saya masih merindukan dia, setiap hari. Berharap bisa kembali ke kami yang dulu, kami yang bahagia, yang saling mencintai.

Tapi seberapa ingin pun, semuanya sudah tidak lagi bisa kembali seperti dulu kan? Kami sudah bukan dua orang itu lagi. Dia susah berubah, saya juga. Saya tidak tau berapa banyak karena saya hanya melihatnya dari yang dikatakan (atau dipost) orang-orang. 

Seorang teman pernah bilang;
"Kamu mau balikan sama dia memang karena suka atau cuma menyesal?"

Pertanyaan itu membuat saya berfikir banyak. 
Saya sayang orang itu, tapi apakah nanti jika kami bersama lagi saya masih akan menyayanginya? Dengan segala perubahannya?

Atau apakah saya harus berhenti mencintai orang itu dan mengikhlaskan saja semuanya?

Yang mana yang lebih baik?

Minggu, 01 November 2015

Es Pisang Ijo and Promise We Never Fulfil

Es Pisang Ijo


Everytime I walk passed places that sell that food, I can't help but to think about you and wonder if you still remember the promise we made that night that we never fulfill.


I still remember that night as if it happen yesterday. We have just ate together when we ride pass a place that sell Es Pisang Ijo and I ask you what is it since I never heard nor eat it before. Then you said you too, have never eaten Es Pisang Ijo before and said that we have to eat it sometimes. Both of us.
But in the end, we never tried it aren't we?

Up until now, sometimes I still wonder if you have eat it already. I still haven't eat it yet, I'm still waiting for you to eat it with me, to fulfill our promise.
Sometimes in the near future maybe? :)


Sepotong Hati yang Baru


"Ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga membawa sepotong hatimu." -Sepotong Hati yang Baru by Tere Liye

Kalimat ini baru saya temunkan di timeline LINE saya tadi. Dan kata-kata ini lumayan tepat menggambarkan tentang perasaan saya dengan orang itu.
Sudah 1 tahun 4 bulan tepatnya sejak dia pergi membawa sepotong hati saya. Dan saya tidak pernah sama lagi.

Sudah banyak orang yang saya coba cintai lagi, berkali-kali. Tapi semuanya hanyalah pengalihan sementara. Di malam-malam dimana kantuk menolak muncul, lagi-lagi orang itu kembali di pikiran saya, menyiksa saya dengan kenangan-kenangan yang tidak akan pernah bisa terulang  lagi. Lagi-lagi membuat saya sesak hingga menangis pun sudah tidak lagi bisa.

Sudah lebih dari satu tahun dan saya masih juga belum bisa menemukan sepotong hati yang baru, yang bisa melengkapi saya seperti dulu lagi, sebelum bertemu dengan orang itu.

It feels like I've been torn up so badly I can't never be whole again.

Salah sayalah waktu itu dengan naifnya melepaskan dia. Dia pergi dengan hati saya, dan saya tertinggal dengan begitu banyak penyesalan yang tak lagi berarti.

Tapi apakah masih boleh berharap untuk kesempatan ketiga? Saya bahkan tidak yakin kesempatan ketiga itu ada, tapi saya masih menunggu. Menunggu orang itu kembali dengan sepotong hati saya dan senyum yang bisa membuat saya jatuh cinta. Lagi dan lagi,